Tuesday, February 27, 2007

Manfaat Alpukat


Alpukat, siapa sih yang tidak mengenalnya? Tapi berapa banyak yang tahu khasiatnya bagi kesehatan? Jangankan khasiatnya, memanfaatkannya pun masih terbatas untuk jus atau campuran es teler.

Padahal, alpukat luwes digunakan untuk hidangan sehat sehari - hari. Mau disisipkan di antara setangkup sandwich, enak. Untuk campuran salad, oke. Jika mau praktis, dimakan begitu saja, gurih juga. Dibuat saus colek ala Meksiko, yang disebut guacamole, ya kenapa tidak. Kita tinggal membumbui alpukat lumat dengan garam, cabai atau merica bubuk, minyak zaitun, air jeruk lemon, bawang putih, seledri. Manfaatkan untuk colekan keripik jagung, sayuran mentah, atau buah.

Turunkan risiko stroke dan serangan jantung, alpukat merupakan satu - satunya buah yang kaya lemak. Kadarnya lebih dari dua kali kandungan lemak dalam durian. Walaupun demikian, lemak alpukat termasuk lemak sehat, karena didominasikan asam lemak tak jenuh tunggal oleat yang bersifat antioksidan kuat. Lemak alpukat membantu menurunkan kadar "kolesterol jahat" LDL sambil menaikkan "kolesterol Baik" HDL, sehingga secara nyata menekan risiko stroke dan serangan jantung. Kemampuan ini diperkuat oleh kandungan betakaroten, klorofil, vitamin E, dan vitamin B-kompleks yang berlimpah dalam alpukat. Pelaku vegetarian umumnya kurang optimal mendapatkan asupan lemak, karena mereka pantang daging (yang selalu kaya lemak). Selain mengharapkan kecukupan asupan lemak dari minyak goreng, alpukat bisa menjadi pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan lemak. Lebih - lebih karena lemak alpukat merupakan lemak sehat, sebagaimana yang terdapat dalam minyak zaitun.

Mengendalikan hipertensi, alpukat kaya mineral kalium, tapi rendah kandungan natriumnya. Perbandingan ini mendorong suasana basa di dalam tubuh kita. Berkurangnya keasaman tubuh (darah dan jaringan) akan menekan munculnya penyakit akibat kondisi tubuh terlalu asam, seperti alergi, pusing, panik, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan. Karena kadar asam folat dan vitamin E-nya juga tinggi kalium alpukat lebih efektif dalam merendam hipertensi dan dapat membantu memperlancar aliran darah. Berbeda dari buah - buahan lain, alpukat hampir tidak mengandung pati, sedikit mengandung gula buah, tapi berlimpah serat selulose. Faktor ini menjadikan alpukat dianjurkan sebagai bagian dari menu untuk mengendalikan diabetes.

Baik untuk kulit dan rambut, zat besi dan zat tembaga yang berlimpah membuat alpukat penting dalam pembentukan sel darah merah dan pencegahan anemia gizi. Paduan antara vitamin C, vitamin E, zat besi, kalium dan manganya menjadikan alpukat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut. Dengan adanya asam folat dan vitamin B, serta vitamin - vitamin B lainnya, alpukat ideal untuk merangsang pembentukan jaringan kolagen. Tak heran jika Cleopatra dari Mesir dulu kala melaburkan lulur alpukat yang buahnya diimpor dari Persia (Iran), selain mandi susu, untuk menjaga kehalusan kulitnya. Wuiihh… Kebiasaan kita menyantap alpukat segar tanpa dimasak sangat menguntungkan, karna zat gizi dan senyawa fitokimiawinya menjadi tetap utuh. Hanya saja, kita perlu ingat, lemak tetap lemak, sumber energi tinggi. karena itu, jangan kalap menyantap alpukat, jika tak ingin berat badan bertambah.

http://ndens.blogsome.com/2006/11/09/manfaat-alpukat/trackback/

No comments: